WISATA GORONTALO – BENTENG ORANYE

WISATA GORONTALO BENTENG ORANYE – Jangan pernah ngaku orang Gorontalo kalo sob belum pernah kesini. Benteng Oranye adalah benteng TERBESAR yang ada di provinsi Gorontalo, ukurannya lebih besar daripada Benteng Otanaha. Benteng ini terletak di Kota Kwandang, berjarak hanya 40 menit dari Bandara Gorontalo, dan 8 km dari Pulau Saronde.

02 Lokasi Benteng Oranye

Sejarahnya, benteng ini didirikan oleh bangsa Portugis sekitar tahun 1630 untuk mempertahankan pesisir utara Gorontalo dari serangan bajak laut Mindanao (Philipine). JIka dilihat dari lokasinya dipinggir sungai Posso dan pantai Kwandang, maka benteng ini kemungkinan digunakan untuk menghalau bajak laut yang akan ke daratan melewati sungai Posso.

Awalnya bahan pembangunan benteng ini adalah menggunakan batu karang dan batu gunung yang direkatkan dengan kapur dan getah pelepah daun rumbia. Tetapi setelah Belanda menguasai benteng ini pada abad 18, benteng ini diperkuat dengan semen dan penambahan bangunan kecil diatas bukit sebagai tempat meriam.

Semula benteng ini diberi nama benteng (ola) Lalunga oleh masyarakat setempat. Benteng ini diberi nama Oranye atas inisiatif pimpinan Belanda yang menyaksikan anak buahnya yang sering bermain voli disana menggunakan baju warna Oranye.

Bangunan benteng ini terdiri atas dinding benteng, bastion I, II dan III. Dinding benteng berbentuk segi empat dengan ukuran panjang 40m, lebar 32m , tinggi sekitar 3-4 m, dan tebal 0.5 m. Bastion I berada di sebelah barat laut, memiliki panjang 19 m, dan lebar 3 – 5 m. Bastion II berada di timur laut, memiliki bentuk bulat telur (elips) dengan diameter 8 m, tinggi berkisar antara 4-5 m, dengan ketebalan dinding antara 0.6 – 1 m. Bastion III bentuknya bulat telur dengan diameter 11 m, dan tinggi sama dengan bagian benteng lainnya. Bastion III ini dulunya digunakan sebagai pos pengintai dan tempat penempatan meriam. Untuk menuju ke benteng, pengunjung harus menaiki 178 anak tangga.

09 Bagian atas benteng Oranye

Benteng Oranye masih menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan. Sepanjang usianya, benteng ini baru 4 kali mengalami perbaikan, yaitu dijaman Belanda dan sepanjang tahun 1983 – 1987 (dipugar oleh Bagian Kebudayaan Prov Sumut), dan yang terakhir adalah di tahun 2016 dengan menata taman disekitar benteng. Benteng ini memiliki ruang bawah tanah dan lorong penyelamatan sepanjang lebih kurang 100m ke arah laut. Sayangnya ruangan dan lorong penyelamatan itu sudah ditimbun oleh Gubernur Sulawesi Utara pertama (tahun 60-an?), sehingga saat ini tidak diketahui secara jelas ukuran dan bentuk ruangan tersebut.

Kegiatan ekskavasi baru dilakukan pada bulan Maret 2016 lalu, oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Gorontalo Tim yang dipimpin Kepala Kelompok Kerja Pelindungan BPCB, Sri Suharjo, ini menemukan mata uang VOC, pecahan keramik dan gerabah di sekitar benteng ini. Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi awal kegiatan ekskavasi besar-besaran terhadap situs bersejarah di Gorontalo Utara ini.

03 Lay Out benteng Oranye

Kami mencoba memetakan lay out sederhana benteng Oranye pada gambar-gambar diatas. Pada dasarnya ada beberapa spot menarik yang harus digali lebih lanjut, beberapa diantaranya adalah sbb :

  1. Bastion utama. Bastion utama ini berukuran besar, dan kemungkinan dahulu kala berupa menara pengamatan. Bentuk dan ukuran menara saat ini belum diketahui secara pasti.
  2. Di tengah benteng ada ruangan yang memiliki akses ke terowongan bawah tanah ke arah laut. Terowongan ini sudah ditimbun. Panjang terowongan diduga sekitar 100m ke arah depan bawah benteng, menuju pinggir hutan mangrove yang saat ini telah beralih fungsi menjadi tambak rakyat.
  3. Di bagian depan (muka) benteng, terdapat bastion lebih kecil yang digunakan untuk meriam. Dibawah bastion tersebut ada pintu menuju ruang bawah tanah. Sayang pintu ini sudah ditimbun.
  4. Ruang bawah tanah. Terletak ditengah benteng, dibawah tanah. Sebelum ruangan ini ditutup, ruangan ini ber-tegel, dan terdiri atas beberapa sekat. Ruangan ini kemungkinan digunakan sebagai tempat tinggal penjaga benteng.

Kami sempat mengambil gambar foto dari muka benteng ke arah laut. Dari pemandangan tersebut, tidak heran jika Portugis membangun benteng Oranye di lokasi yang ada saat ini. Lokasi ini tinggi sehingga dapat memantau teluk kwandang dan sungai posso (sungai yang menghubungkan antara laut dan pedalaman Gorontalo) sekaligus. Didepan benteng ada tebing yang curam dan dihalangi oleh hutan bakau untuk mempersulit penyerang yang akan masuk.

Setelah renovasi di tahun 2016 lalu, suasana didalam benteng memang enak banget sob. Terutama buat kalian yang suka akan situs arkeologi dan mencari ketenangan. Di atas benteng kalian bisa melihat teluk Kwandang dan sungai posso. Kalau kalian lihat arah selatan, pegunungan dan kebun kelapa menjadi pemandangan yang sangat mempesona. Disana ada banyak tempat duduk, mushola, balai duduk sederhana, dan aula terbuka. Cocok buat acara sekolah dan arisan….. J

07 Taman benteng Oranye

Dalam rangka mendukung program pemerintah pusat untuk mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara, kita berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada benteng Oranye. Salah satu ide yang terbersit dihati kami adalah, agar pemerintah dapat melakukan rekonstruksi dan penggalian ruang bawah tanah termasuk lorong penyelamatan yang telah lama tertimbun. Dengan perencanaan yang matang dan berkesinambungan, hanya butuh 3-5 tahun saja agar benteng ini dapat tampil cantik seperti Eilean Donan Castle… benteng kecil di pinggir laut, dipenuhi bunga dan pepohonan serta penataan cahaya yang berkelas dunia. Semoga…… sama2 kita doakan ya…….

Smilee…… (by tim Saronde)

One thought on “WISATA GORONTALO – BENTENG ORANYE

Leave a Reply